Rabu, 07 Maret 2018

Persaingan Burger: McD vs BK


                                         (sumber: youtube)

Tadi malam saya sempat membaca artikel yang cukup menarik di internet, beritanya tentang McDonald akan menggunakan "fresh beef" untuk quarter pound burger nya menggantikan "frozen beef" yang selama ini digunakan. Promosi ini menjadi menarik karena Burger King, yang merupakan kompetitor terdekatnya sudah terlebih dahulu melakukan hal itu. Berarti akan terjadi persaingan ketat untuk lini quarter pound burger di kemudian hari.

Prediksi akan memanasnya persaingan antara McDonald dan Burger King, membuat saya memutuskan untuk menganalisa kasus persaingan burger di kelas hari ini.

Harus diketahui persaingan antara McDonald dan Burger King sudah berlansung lama, ke duanya adalah penyedia makanan siap saji burger terbesar di USA sampai saat ini.

Dalam hal quarter pound burger, McDonald sudah mendahului Burger King sejak beberapa tahun yang lalu, tetapi Burger King tidak membiarkan McDonald menguasai pangsa pasar quarter pound sendirian. Pada awal tahun 2018, Burger King mengeluarkan produk barunya yaitu double quarter pound King.

Perbedaan antara keduanya adalah quarter pound McDonald di proses dengan cara flat top fried, sedang untuk double quarter pound King milik Burger King menggunakan proses flame grilled.

Aksi disambut dengan reaksi, double quarter pound King mendapat tantangan dari McDonald yang melakukan innovasi pada quarter pound burger nya dengan menggunakan fresh beef.

Sebetulnya rencana, McDonald untuk mengganti frozen beef dengan fresh beef sudah timbul sekitar 4 tahun yang lalu, tetapi baru direalisasikan pada bulan Maret 2018 ini.

Diharapkan fresh beef akan mendongkrak penjualan McDonald di lini quarter pound, double quarter pound, dan signature crafted burger. Slogan yang dipergunakan untuk mempromosikan innovasi produk tersebut adalah "hotter, juicier".


Kira-kira siapa yang akan menang dalam persaingan burger ini?

Tadi kami berdiskusi di kelas, ada 2 point yang harus diperhatikan di sini yaitu kalori yang dikandung dan harga nya.

Perlu diketahui kalori dan lemak yang terkandung di dalam makanan yang bersangkutan akan mempengaruhi tingkat "kesehatan" dari makanan tersebut. Yang lebih sehat pasti akan lebih dipilih oleh publik. Pemilihan "kesehatan" ini rasanya akan menjadi sangat penting karena baik McDonald dan Burger King sudah sering di cap sebagai penyedia makanan siap saji yang identik dengan junk food.

Berdasarkan analisis singkat kami di kelas setelah meneliti beberapa data yang ada di google, double quarter pound King mengandung  900 kalori dengan 54 gram lemak, lebih tinggi dari quarter pound McDonald dengan kandungan 770 kalori dengan 45 gram lemak. Untuk orang yang diet pasti akan lebih memilih quarter pound nya McDonald. Apalagi McDonald menyediakan 2 opsi yaitu quarter pound dan double quarter pound yang bias ditambahkan dengan keju.

Lalu bagaimana dengan harga?
Berdasarkan artikel yang kami dapat, harga produk baru dari Burger King itu adalah sekitar $ 5.39 sedikit lebih rendah dari produk nya McDonald yang bernilai sekitar $5.79.

Harga $5.79 adalah harga sebelum bulan Maret 2018, yaitu sebelum McDonald menggunakan fresh beef. Harga untuk quarter pound yang sudah memakai fresh beef pasti akan melonjak lagi, karena perlu diingat fresh beef sukar untuk disimpan lama tidak seperti frozen beef. Berarti supply chain juga harus mengalami modifikasi untuk dapat beradaptasi dengan situasi yang baru. Bila tidak maka McDonald bisa keteteran dalam melayani pelanggannya.

Bila dilihat dari segi harga, maka Burger King unggul. Dan perlu diingat konsumen McDonald dan Burger King pada umumnya sensitive pada harga lebih dari faktor yang lain. Karena keduanya termasuk makanan rakyat di negara asal.

Kecuali bila McDonald memang bertujuan untuk menaikkan kelasnya, itu berarti re-positioning. Bila McDonald re-positioning ke tingkat yang lebih atas, Burger King juga akan menikmati keuntungan karena segmen yang selama ini diperebutkan akan menjadi milik Burger King. (IHW)